Selasa, 16 Maret 2010

cara mengenali potensi dari multiple intelegency musical

“Sebenarnya tidak tepat istilah bodoh dan pintar, yang lebih tepat sebenarnya adalah orang orang yang menonjol dibidangnya, sesuai dengan potensinya“, saya sempat mengatakan ini ketika saya –jagongan/mertamu– ke tempat kawan kawan di cileungsi kemarin, tepat tanggal 1 januari 2009, sekitar jam 11 siang, maklum kami semua bapak bapak, jadilah salah satu topic pembicaraan kami tentang anak anak kami. Mulai dari kecerdasan, potensi leadership yang mulai terlihat, kenakalan–atau saya menyebutnya cara anak untuk menarik perhatian dan berbeda –, cara mendidik dan sebagainya.

Baik, saya ingin berbagi pandangan saya tentang kecerdasan, tentang intelligence. Kenapa saya bisa bilang bahwa pada dasarnya tidak ada anak pintar dan bodoh, yang ada adalah anak yang menonjol pada karakter dan potensi kecerdasannya masing masing. Ada Albert Einstein yang sangat logis dan matematis, ada Bethoven yang sangat musical, ada Ronaldo yang sangat bodikal kinestetis, ada MichaelAngelo yang sangat visual/natural, semuanya menonjol dalam bidang masing masing, tidak mudah kita menjustifikasi bahwa Sthepen Hawking lebih cerdas dari Beckham, atau Bill Gates yang tidak pernah lulus itu lebih cerdas dari Megawati. Semuanya cerdas dalam bidangnya masing masing, tentu saja jika kita sepakat bahwa kecerdasan tidak diukur dari IQ. Atau kita tidak mengukurnya –hanya– dari kemampuan otak kiri, logikal matematikal semata.

Kecerdasan, sebagaimana dikemukakan oleh Howard Gartner dalam teori Multiple Intelligence, bukanlah sesuatu yang bersifat tetap, kecerdasan merupakan kumpulan kemampuan atau ketrampilan yang dapat ditumbuhkan dan dikembangkan, kemampuan untuk memecahkan suatu masalah, ability to create or offering a valuable services dalam suatu kebudayaan masyarakat. Singkatnya, semua kemampuan yang bisa menciptakan nilai baru–value–, memnerikan jalan keluar untuk memecahkan masalah dan berguna bagi masyarakat adalah sebuah kecerdasan ! Apapun itu, apakah berguna karena daya pikat seni, sastra, kemampuan analisa, ekspertis on mathematic, physic, astronomi, kesehatan, olahraga , whatever it is !!

Bulan November 2008 yang lalu, saya meminta 38 orang team saya untuk melakukan multiple intelligence test , dan hasilnya saya consolidate dalam archive folder saya, objective saya sederhana, dengan mengetahui potensi kecerdasan tiap orang, paling tidak saya bisa memetakan potensi tiap orang dan mapping to their matched function. Mengetahui potensi kecerdasan juga akan membantu saya dalam melakukan personal approach terhadap mereka. Anda tahu kan ? people is the most potential and is the primary asset compare to process and technology. Sebagus apapun kita membuat dan membakukan sebuah proses, sehebat apapun tekhnologi yang kita adopsi, tetap saja hanya akan efektif jika the people behind it is the appropriate people !!, itulah kenapa saya merasa perlu untuk meminta ke-38 team saya untuk melakukan test tersebut.

Lebih lanjut tentang Multiple Intelligence yang being developed and founded tahun 1983, Howard Gardner memberikan 7 klasifikasi tentang jenis jenis kecerdasan, yaitu :

* Musical
[Mozart, Vivaldi]
Sangat menyukai musik, bisa memberikan apresiasi yang tinggi terhadap ritme–rhythm– dan komposisi, having a “good ear” of music, dan suka mengingat sesuatu dengan cara mengasosiakannya dengan lagu, music dan rhythm, mudah menghapal lagu, akan sangat perform ketika menjadi musician, songwriter, singer, composer, conductor, atau music director.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar